Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Mari bersajak

Hari ni rasa nak bersajak pulak. meh kita sama-sama bersajak..baca kuat-kuat dalam opis.. hilangkan mengantuk kalau bos marah ajak dia join sekali..tapi aku berani jaminla bos tak marah..dia pon tak nak bazirkan air liur dia...puasa katakan

ok, sajak ni aku kopi pes dari http://puteribayu.proboards.com/index.cgi?board=karya&action=print&thread=33


baik, mari kita mulakan...1,2,3..

(puisi alam)

Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?"

.................

Ntah le....

belasah jelah.......

Tuai padi antara masak
Esok jangan layu-layuan
Intai kami antara nampak
Esok jangan rindu-rinduan

Perjalanan hidup



Didalam menjalani hidup didunia
Tiada lepas dari pancaroba
Kita yang diciptakan dengan kelemahan
Perlukan petunjuk panduan Tuhan
Tiada yang kuasa melainkan Dia
Mentakdir menentukan segalanya
Supaya selamat dunia akhirat

..................................

Di mana berakhirnya
Perjalananku ini
Esok dan lusa bukan milikku
Oh Tuhanku
Lindungilah hambamu yang hina ini
Aku setia hanya padamu
Oh Tuhanku

................................

sajak

Hari ni rasa nk bersajak pulak

korang layan jelah....ditujukan kpd si A


A,

Maaf kerana tidak dapat membantu mu

Di kala parang ayah mengurang

Di kala wajah ayah memerah

Di kala suaramu tersekat

A,

Maafkan sekali lagi

Bukan aku tidak mahu membantu

Bukan aku tidak sayu

Bukan...Bukan....Bukan...

A,

Tika ayah mengacu parangnya

Hatiku meruntun sayu

Melihat kau cuba lari bertempiaran

Bersama rakan-rakan

Untuk hidup sehari lagi

A,

Realitinya aku tidak mampu

Menghulurkan tangan untuk kau sambut

Supaya dapat ku bawa kau lari

Jauh dari parang ayah....

A,

Aku tidak mengerti

Mengapakah ayah terlalu benci akan dirimu?

Aku sudah tidak sanggup lagi melihat sandiwara ini

Aku hanya mampu menjadi pemerhati

Bersama seribu belas dihati

Bersama kasih yang tebal di nurani

Namun aku hanya seorang insan biasa

A,

Larilah kau

Jangan menyerah pada ayahku yang kejam itu

Ah A,

Tidak dapat aku gambarkan

Dikala parang ayah menetak lehermu

Air mataku mengalir menuruni pipi

Tak tertahan lagi...sedih...sayu...

Yeah...!

Seluruh isi keluargaku bersorak

Semua berpesta Atas kematian mu...?

A...Ayamku...

Kematianmu, nyata amat pedih

Tetapi kau menjanjikan santapan istimewa untuk kami

Ayam goreng bersambal!!!

Nyam...nyammm...Nyammm..


http://lawakjenaka.com/